Category Archives for Cinta

Love Your Parents

SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA-KITA YANG MASIH MUDA ( YANG KELAK AKAN MENJADI TUA PULA… )

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya. Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang.

“Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.”

“Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.”

“Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.”

“Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.”

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.”

“Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata
dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?”

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan?”

“Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.”

“Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.”

“Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.”

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.

Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

kapan terakhir kalinya kmu berbicara dari hati ke hati dengan orang tua mu? mereka membutuhkanmu!!

Love your parents in anyway they are…

Source: Share from my friend !

Cinta Itu Seperti Kupu-Kupu.. [Tanya Kenapa!?]

1. Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya.
Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya.
Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
2. Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang.Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
3. Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada.
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya.
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya. ..
4. Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”.
Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”.
Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”.
Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.
5. Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
6. Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan.Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
7. Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
8. Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain, tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
9. Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi.
Biarkan dia pergi…
10. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik,akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa…
ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
11. Mengapa menunggu ? karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
12. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya…Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Cowok Menang Milih, Cewek Menang Nolak?

Pagi ini, aku menerima sms dr seorang teman baikku. Seorang wanita. SMS tsb menyebutkan bhw dia menyukai seorang pria yg wajahnya cukup dikenal di TV belakangan ini. Kebetulan aku kenal dgn presenter muda berbakat itu & kami sesekali SMS-an saling menanyakan kabar masing-masing. Kepada temanku itu aku berkata, “Sgt manusiawi hehehe … Tp dia sdh punya kekasih. Kalaupun belum, kamu mesti bersaing dgn ratusan wanita yg mungkin memiliki rasa yg sama. Coba aja..”

Sejujurnya, aku sering mendengar teman-teman wanitaku sharing dia menyukai pria ini, pria itu & entah siapa lagi selanjutnya. Bahkan aku pernah membaca blog seorang wanita yg aku kenal baik, di dalamnya ia menulis bgmn ia suka dgn seorang pria & sgt berharap dpt menjadi kekasihnya. Ia merindukan sang arjuna yg belum tentu tahu apa yg ia rasakan. Bagai pungguk merindukan bulan. Kasihan …

Di usiaku yg sdh menginjak 28 tahun, tentunya aku memiliki byk teman pria & wanita yg sebaya dgnku. Kalaupun di bawah atau di atas, usianya tdk jauh-jauh dr angka tersebut.

Aku coba untuk merenung, knp beberapa bahkan mungkin byk teman wanitaku atau lebih tepatnya para wanita belum menemukan seorang pria yg bakal menjadi pasangan hidupnya. Padahal setahuku, bagaimanapun minus-nya seorang wanita (kalau ia menganggap dirinya demikian), paling tdk pernah satu kali “ditembak” pria, dgn kalimat ini, “Aku menyukaimu” atau “Bersediakah engkau menjalani hubungan yg lebih serius dgnku?”.

Kenapa aku bisa begitu yakin? Mari aku ceritakan:

Selama 5 tahun lebih aku kerja di sebuah rumah produksi yg menayangkan acara Solusi di salah satu stasiun televisi swasta itu, byk kisah nyata mirip Cinderella yg aku temukan. Ini benar-benar nyata! So real. Bukan sinetron, bukan film.

Sebut saja Maria Beatrix, gadis yg pernah dijuluki “si buruk rupa” dgn bentuk tangan & kaki yg sama sekali tdk sempurna, menggunakan kursi roda, namun menemukan “pangeran” yg baik hati berdarah Inggris. Pria ini begitu setia mendampinginya bahkan berhasil mengajarinya berenang. Hari ini mungkin mereka sdh menikah.

Ada juga Indrawati, manusia terpendek Indonesia yg pernah masuk MURI krn bisa melahirkan dgn normal. Kalau melihat bentuk fisiknya, sgt tdk sempurna, namun menemukan seorang suami dr kalangan terhormat & sgt mencintainya dgn sepenuh hati.

Di Bandung, kami juga memiliki narasumber si pelukis Patricia Saerang, seorang yg melukis dgn kakinya atau mulutnya krn tdk memiliki tangan. Namun menemukan pria berdarah Eropa yg sgt mencintainya. Hari ini mereka sdh menikah & hidup bahagia.

Jadi, kalau mau banding-bandingan dgn wanita-wanita yg aku sebut di atas, bgmn mungkin kalau teman-teman wanitaku itu belum bisa menemukan “sang pangeran cinta”? Busyett! Kalau mau banding-bandingan, teman-teman wanitaku itu tergolong wanita yg cantik, dgn fisik yg nyaris sempurna & memiliki pekerjaan yg bagus. Setelah aku analisa, inilah inti permasalahannya:

Ternyata byk wanita tdk tahu kuncinya. Untuk membuka baut ukuran 12, kita harus menggunakan kunci ring atau kunci pas dgn ukuran yg sama, 12. Sebut saja hal apa lagi yg lain sebagai perumpamaan. Dari zaman Adam & Hawa sampai sekarang, wanita
memang didesain untuk tdk memulai terlebih dahulu dalam hal cinta.

Ekstrimnya, wanita dilarang jatuh cinta terlebih dahulu & mengejar-ngejar pria. Krn wanita memang tdk didesain untuk itu. Perihal ada budaya di daerah tertentu dimana pria dilamar oleh wanita, aku sgt tdk berminat membahasnya & sampai hari ini aku msh menganggapnya sebuah keanehan. Aneh! Namun aku menghormatinya.

Aku suka kata-kata ini: Cowok menang milih, cewek menang nolak! Kedengarannya win-win solution. Ya - bisa begitu. Cowok memang bias memilih wanita mana saja yg dia suka. Cowok bisa saja jatuh cinta dgn wanita mana saja yg hatinya memang “jatuh”. Toh, sampai hari ini jumlah cewek di dunia ini jauh lebih byk dr cowok.

Di Batam, para wanita bahkan sering bertengkar memperebutkan pria, krn komposisi antara wanita & pria di kota ini memang sgt tdk seimbang. Jumlah wanitanya jauh lbh byk dr pria.

Cowok kalau ditolak cewek, respon selanjutnya ada dua, pertama: mencoba lagi untuk kedua, ketiga, atau ke sekian kalinya atau kedua, tdk melanjutkan & berkelana mencari yg lain lagi. Toh, jumlah wanita jauh lebih byk dr pria & harga diri seorang pria tdk akan turun & tercabik-cabik hanya krn cintanya ditolak. Krn pria seorang pejuang sejati, dia pasti akan mencoba & mencoba lagi. Sampai dpt! “Emang cewek elo doang?”. Pikiran seperti itu kadang ada di sana.

Tp kalau wanita begitu agresif thdp pria, lalu kemudian ditolak hehhee … Jawab sendiri kata yg tepat untuk itu.

Pria & wanita sama-sama didesain untuk menjadi pemenang. Menang! Cowok menang milih, cewek menang nolak. Masalahnya sekarang byk wanita yg mencoba untuk merubahnya menjadi: Cewek menang milih. Jadi kalau cewek menang milih maka berarti cowok menang nolak!

Bagi para cowok, kalau ditolak adalah hal yg biasa. Memang sedih utk sesaat. Tapi tdk untuk meratapinya. Lagipula cowok didesain lebih byk “bermain” pikiran, drpada perasaan. Masalahnya, apakah para cewek siap kalau ditolak cowok setelah “menang” milih cowok yg mana aja?

Untuk menjawab pertanyaan ini, aku mau membagikan hal ini kepada para wanita, khususnya.

Paling tdk ada dua wanita yg paling dekat dgnku, yg aku ketahui sgt bahagia. Pertama adalah ibuku sendiri. Ya, mama. Ibuku melepaskan masa gadisnya ketika usianya 23 tahun, dilamar ayahku, seorang pria tampan berumur 32 tahun dgn tubuh proposional.

Ketika pertama kali bertemu ibuku, ayahku benar-benar jatuh cinta kepadanya. Padahal saat itu, seorang wanita sedang tergila-gila kepadanya & menjadi begitu agresif. Ia ingin memiliki ayahku. Tetapi sebenarnya pria tdk bisa berdusta, & jarang berpura-pura. Ayahku tdk mencintainya. Namun wanita itu memaksanya. Ayahku pria sejati yg harus selalu memulai & tdk bisa didahului seperti itu. Kepada ibukulah, ayahku jatuh cinta. Mereka menikah pada tahun 1978. Ayahku berkali-kali jatuh cinta dgn wanita yg sama, yaitu ibuku.

Usia pernikahan mereka sdh 29 tahun & perkawinan mereka bertambah kuat dr hari ke hari. Aku pikir, ibuku adalah wanita yg paling bahagia di bumi ini krn dia tahu kuncinya. Dia dicintai & diperlakukan bak ratu.

Kemudian yg kedua, saudaraku satu-satunya. Adik perempuanku yg manis itu. Di usianya yg 26 tahun seorang pria yg sgt mencintainya & telah setia menunggunya selama 6 tahun, menyatakan keinginannya untuk menghabiskan waktunya nanti bersamanya. Meskipun 6 tahun yg lalu, adikku tdk meresponinya, namun akhirnya ia luluh juga. Kali ini adikku tahu kuncinya: bahwa wanita didesain untuk DICINTAI & bukan memulai untuk mencintai.

Sebelumnya, aku tahu adikku berharap dpt menjalani hubungan dgn seorang pria gagah dr angkatan laut. Namun pria itu ternyata tdk sepenuh hati mencintainya. Ia sadar, bahwa ia harus melupakan pria itu & memberi kesempatan untuk yg lain. Hari ini adikku diperlakukan bak ratu oleh kekasihnya. Begitu dicintai, dilindungi, diperhatikan & hubungan mereka semakin menunjukkan kualitas yg semakin baik, hari ke hari.

Aku pikir, adikku wanita yg paling bahagia saat ini. Krn seorang pria datang kepadanya & mencintainya dgn sepenuh hati & sepenuh jiwa.

Sebaliknya, aku menemukan ada wanita yg memulai terlebih dahulu, begitu agresif & sgt mencintai seorang pria & akhirnya memang mendptkannya & bahkan menikah dgnnya. Namun sayang, sesungguhnya dia tdk pernah mendptkan cinta dr suaminya krn suaminya punya cinta yg lain & wanita itu harus membayar harganya. Sgt mahal. Ia harus berkorban selama perkawinannya berlangsung. Ia harus berkorban materi yg terus-menerus & yg paling menyedihkan selalu korban perasaan.

Padahal bukankah seharusnya suaminya yg memenuhi kebutuhan materinya? Muka mereka menjadi begitu kusut & tubuh mereka jd begitu kering. Krn tdk ‘disirami’ cinta suaminya. Krn sekali lagi, suaminya punya cinta yg lain.

Para wanita, drpada engkau mencintai pria yg tdk mencintaimu, atau hanya sekedar berpura-pura mencintaimu, mengapa engkau tdk belajar mencintai pria yg sgt mencintaimu & memperlakukanmu dgn begitu berharga? Mungkin awalnya engkau tdk begitu menyukainya. Namun jika mengingat bahwa ia begitu mencintaimu, mengapa wanita tdk mencoba untuk BELAJAR mencintainya & memberinya kesempatan.

Percayalah bahwa dalam kamus pria tdk ada istilah BELAJAR mencintai. Mau wanita yg ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada tulalit atau sebut saja kekurangan lainnya, percayalah bahwa pria adalah makhluk yg jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai. Tetapi, wanita bisa BELAJAR mencintai.

Tatkala melihat kegigihan seorang pria yg tdk pernah berhenti menaklukkan hatinya, tatkala melihat pengorbanan, perhatian & kasih sayang yg diberikan, aku mendengar byk kesaksian akhirnya wanita menyerah.

Berdasarkan apa yg aku lihat, bahkan aku mengadakan riset untuk hal ini, wanita yg bijak adalah wanita yg jatuh cinta dgn pria yg terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya. Bukan jatuh cinta dgn pria yg pura-pura jatuh cintanya kepadanya.

Bagi pria, Anda dilarang untuk berpura-pura jatuh cinta. Krn setelah engkau menjalaninya, lama-lama pura-pura itu akan hilang & engkau pasti akan berkelana mencari cinta yg lain. Bukan yg pura-pura krn bagaimanapun engkau tdk bisa membohongi dirimu sendiri.

Kalau aku mencoba untuk pura-pura mencintai wanita yg pernah sgt mencintaiku, mungkin hari ini aku sdh memiliki anak dgnnya & sdh menjadi orang kaya secara materi. Tetapi aku pasti membuatnya menderita krn kepura-puraan itu. Aku akan berkelana mencari cinta yg lain & itu sgt menyakitkan krn hubungan itu sdh sampai kepada pernikahan, mau tdk mau kita harus tetap meneruskannya, kalau tdk mau anak-anak yg mjd korban perceraian. Namun harganya terlalu mahal untuk dibayar.

Para pria tdk dibenarkan untuk menjadi begitu brengsek & memanfaatkan wanita yg jatuh cinta kepadanya, sementara itu sendiri punya cinta yg lain. Para pria tdk dibenarkan menjadi begitu bejat untuk memanfaatkan uang, fasilitas & materi yg diberikan oleh wanita yg mencintainya, dgn harapan bisa mendptkan cinta sang pria. Itu pria yg licik & pengecut.

Untuk para wanita, mungkin kalian gelisah di usia yg hampir menginjak kepala tiga belum menemukan pasangan sejati. Mungkin ia sdh datang, tetapi Anda menolaknya krn memang anda didesain untuk “menang nolak”.

Tetapi mungkin saja anda lupa kuncinya. Kuncinya adalah anda sebaiknya jangan memulai terlebih dahulu & kalau sulit menjangkaunya, anda menjadi begitu agresif. Anda harus tahu kuncinya bhw anda didesain untuk dicintai & diperlakukan bak ratu. Bukan menjadi seorang yg mengejar-ngejar pria.

Berulang kali kukatakan kepada teman-teman wanitaku. “Kalau ada seorang pria yg datang kepada kalian & menyatakan cintanya, berpikirlah dua kali untuk menolaknya.” Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari.

Aku tdk menyarankan kalian untuk terburu-buru menjawab, “Ya”. Aku hanya mengatakan, “Berpikir dua kali terlebih dahulu untuk menolaknya.” Siapa tahu, ini cinta sejatimu?

Wanita, anda begitu berharga. Ciptaan terindah. Anda ditentukan untuk begitu dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi & aku tdk tahu harus menyebutnya apa lagi .. ; Kalian ditentukan untuk diperlakukan bak ratu setiap hari.

Karena manusia ditentukan untuk hidup berpasang-pasangan, hai para wanita, bersiap-siaplah seorang pangeran cinta datang kepadamu, menyatakan betapa ia ingin menghabiskan waktunya bersamamu & memberikan seluruh cintanya kepadamu. Namun, ketika pangeran cinta itu datang, apakah engkau akan langsung menolaknya? Atau “berpikirlah dua kali untuk berkata ‘tdk’”, krn siapa tahu ini orang yg akan memperlakukanmu bak ratu. Tdk peduli bentuk fisikmu, tdk peduli tingkat pendidikanmu bahkan tdk peduli masa lalumu. Ia akan datang dgn kata-kata ini, “Aku mencintaimu
walaupun - .”

Tulisan ini aku dedikasikan untuk para wanita – Ciptaan terindah

Sumber: http://forumkristen.com/index.php?topic=1563.0

Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku

Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti
didepan flat kami yang cuma berkamar satu.
Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.
Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.

Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia.
Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air
bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha
dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran
meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai
sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah
juga pada waktu yang bersamaan.

Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan
bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan
yang tidak kusangka-sangka.

Dew hadir dalam kehidupanku.
Waktu itu adalah hari yang cerah.
Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku
sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang
kubelikan untuknya.

Dew berkata , “Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis.”
Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru
menikah,istriku pernah berkata, “Pria sepertimu,begitu sukses,akan
menjadi sangat menarik bagi para gadis.”

Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah
menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku
melepaskan tangan Dew dan berkata, “Kamu harus pergi membeli
beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor”

Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku
walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat
sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun
ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri
yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk
santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama.
Atau aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan
bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “Seandainya kita bercerai,
apa yang akan kau lakukan? ”
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia
percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan
jika tahu bahwa aku serius. Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar
dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan
berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia.
Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku.
Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku,” He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu
kita akan hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang
tangannya,”Ada sesuatu yang harus kukatakan”
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka
dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo
aku terus berpikir.

“Aku ingin bercerai”, ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara
lembut,”kenapa?” “Aku serius.”

Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah.
Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,”Kamu bukan laki-laki!”.
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.
Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami.
Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku
telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian
dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku.
Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..
Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup
bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku.
Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak
pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku.
Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa
minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku
melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran.
Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis.
Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak
menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan
sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup
bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana:
Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya
adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,” He Ning, apakah
kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari
pernikahan kita?”

Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.
Aku mengangguk dan mengiyakan. “Kamu membopongku dilenganmu”,
katanya, “Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap
membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan
ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu.”

Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan
indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku.
Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik
yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,”
ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan
perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku
membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak
kami menepuk punggung kami,”Wah, papa membopong mama, mesra
sekali” Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang
duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut,” Mari kita mulai hari
ini,jangan memberitahukan pada anak kita.”
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.
Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami
begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku
menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita
ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, “Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau
kamu lewat sana.”

Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih
mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku
dilenganku. Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,
seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika,
aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa
semakin erat.

Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi
ke kantor bisa membuatku semakin kuat.
Aku berkata padanya, “Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang”

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk
membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan
yang cocok. Lalu ia melihat,”Semua pakaianku kebesaran”.
Aku tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus
itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan
aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam
hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut.
“Pa,sudah waktunya membopong mama keluar”
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi
bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya
dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut
aku akan berubah pikiran pada detik terakhir.
Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras.
Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya
dengan kuat

seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan
agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah
dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata,
“Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua”.
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata “Antara kita saling tidak menyadari bahwa
kehidupan kita begitu mesra”.
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut
keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.

Dew membuka pintu. Aku berkata padanya,” Maaf Dew, Aku tidak ingin
bercerai. Aku serius”. Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku.
“Kamu tidak demam”.
Kutepiskan tangannya dari dahiku “Maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang
maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku
membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai
dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang
aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah
melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf
padamu”

Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku
dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak.
Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati
sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.
Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis ” Aku akan membopongmu setiap pagi
sampai kita tua…”
By: Unknown

Mengapa Cinta Itu Buta?

Pada masa lalu, sebelum dunia diciptakan seperti yang kita kenal sekarang, dan manusia belum lagi menginjakkan kakinya di sana, semua sifat kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan, tak tahu apa yang hendak dilakukan.
Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi daripada sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul :”Mari kita bermain petak umpet.” Mereka semua menyukai ide tsb, dan secara tiba2. Madness/Kegilaan berteriak: “Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!”
Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin mencari kegilaan, semua yang lain setuju saja. Kegilaan segera bersandar kepohon dan mulai menghitung, “Satu, dua, tiga…”
Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tsb bersembunyi. Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan, Pengkhianatan bersembunyi di tumpukan sampah. Kasih sayang bergulung di antara awan, dan Nafsu Kegairahan pergi ke tengah2 bumi. Kebohongan berkata akan bersembunyi di bawah batu, tapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau. Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam kantung yang kemudian ternyata dirobeknya karena kantung itu dirasanya tidak nyaman.
Dan Kegilaan masih terus menghitung, “Tujuh puluh sembilan, delapan puluh, delapan puluh satu…” Ketika itu, semua sifat tsb telah bersembunyi — kecuali Cinta. Seperti Keragu - raguan, demikianlah cinta, dia tak bisa memutuskan kemana harus bersembunyi.
Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu betapa sulitnya menyembunyikan cinta. Pada saat Kegilaan sampai pada hitungan ke-99, Cinta segera melompat bersembunyi ke kebun bunga Mawar. Dan dengan bersemangat Kegilaan berbalik dan berteriak, “Bersiaplah, ini aku datang! Akan kutemukan kalian semua”
Kemalasan adalah yang pertama ditemukan, karena dia bahkan tidak punya energi untuk mencoba bersembunyi, disusul oleh Keragu- raguan, yang masih mondar-mandir karena tak tahu ke mana harus sembunyi.
Kemudian, secara hampir beruntun Kegilaan segera menemukan Kelembutan di ujung bulan, Kebohongan didasar danau dan Gairah di tengah2 bumi. Satu persatu Kegilaan menemukan mereka semua, kecuali lagi-lagi Cinta. Kegilaan mulai menjadi semakin gila, karena putus asa untuk menemukan Cinta.
Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta yang belum juga ditemukan, berbisik pada Kegilaan, “Kau hanya perlu mencari Cinta, dan dia bersembunyi di semak bunga Mawar.” Kegilaan mengambil garpu taman dan menusuk-nusukkannya serampangan kearah semak Mawar. Dia terus menusuk nusuk sampai terdengar suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti. Cinta keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan. Di antara jari - jarinya mengalir darah segar yang ternyata berasal dari kedua belah matanya.
Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk menemukan Cinta, tanpa sengaja telah melukai Cinta. “Apa yang telah kulakukan!” teriaknya menyesal. “Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya?” Cinta menjawab, “Kau tak mungkin memperbaikinya. Tapi kalau kamu bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi penuntunku.”
Dan semenjak itulah, Cinta itu buta namun dia bisa melihat dalam kegelapan, karena dia selalu didampingi oleh Kegilaan.

Sumber: ForumKristen.com