
Kemarin aku membaca website pak Tanadi Santoso, ketika melihat isinya karena sudah lama tidak mampir di websitenya pak Tanadi langsung saja aku masuk ke kategori business wisdom salah satu kategori yang paling aku suka dari website pak Tanadi. Setelah sekian lama membaca seluruh isinya, aku masuk ke salah satu artikel dengan judul “Biasa Menerima Perubahan“. Artikel ini mengingatkan aku dengan salah satu lomba yang pernah aku ikuti ketika SMA dulu, lomba dengan tema Business Mall yang diadakan oleh Universitas Kristen Petra Surabaya.
Ya, sesuai dengan temanya lomba yang pernah aku ikuti itu membahas segala sesuatu tentang mall, baik di Indonesia maupun luar negeri, tentu dilihat dari sisi bisnisnya dan apa saja yang merubah mall seperti sekarang ini. Salah satu reklame sebuah mall besar di Surabaya menyebutkan “Not just shopping, Its a Lifestyle” artinya adalah bahwa mall saat ini bukan hanya menjadi tempat belanja tetapi menjadi gaya hidup. Dunia mall saat ini memang sudah menjadi gaya hidup bagi orang kota terutama anak-anak muda remaja, anak-anak kecil, bahkan orang dewasa pun menjadikan mall sebagai tempat nongkrong. Ketika aku ke Tunjungan PLaza untuk membeli buku aku lihat banyak anak-anak muda sedang bermain internet dengan menggunakan jaringan wifi yang disediakan oleh salah satu ISP yang ingin berpromosi. Orang-orang saat ini apalagi orang metropolis sudah menempatkan mall menjadi tempat “leisure” atau waktu luang mereka.
Seperti yang sudah disebutkan oleh pak Tanadi, mall saat sudah berisi segala macam hal, supermarket, toko buku, restaurant, bioskop, taman bermain seperti yang ada di salah satu mall di Jakarta, spa pun juga tidak mau ketinggalan, ditambah kursus pendidikan dan sekolah yang juga tidak mau kalah, bahkan dokter gigi pun juga sudah ada yang pindah ke dalam mall (kapan ya rumah sakit pindah ke dalam mall?) dan tempat tinggal seperti apartemen pun juga sudah menjadi bagian dari mall. Di Amerika sendiri sudah ada mall yang berisi kolam renang dengan luas kolam renang sama seperti lapangan sepakbola (bayangkan sendiri berapa luas mallnya?).

Ya seperti itu lah mall sekarang, mall atau pusat perbelanjaan yang berasal dari deretan pertokoan menjadi gedung raksasa bertingkat seperti sekarang dan sudah menjadi tempat hiburan tersendiri bagi banyak orang. Dimana semua orang saat ini selalu dimanjakan oleh seluruh isi yang ada di dalam mall.
Untuk aku sendiri mall memang adalah hal utama yang terngiang ketika sedang suntuk, malas dan ingin mencari hiburan tapi bukan berarti aku tidak bisa hidup tanpa adanya mall. Memang tidak dipungkiri bahwa mall saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari walaupun tidak semua orang bisa menikmati adanya mall. Seakan-akan pasar-pasar tradisional mulai tergeser dengan adanya mall-mall lengkap dan besar. Tapi bagaimana pun juga pasar tradisional akan selalu ada karena pasar tradisional sudah menjadi bagian hidup masyarakat karena dari pasar tradisionallah lahir mall atau pusat perbelanjaan.
Post a Comment